Showing posts with label ~pengisian jiwa~. Show all posts
Showing posts with label ~pengisian jiwa~. Show all posts

Thursday, 24 January 2013

Muhasabah diri sendiri..BILA SEDIH MELANDA


Bismillah..
Hari ini..diri ini dilanda kesedihan yang amat sangat.. beratnya masalah menimpa hanya Allah yg mampu memahaminya..Ya allah..KepadaMulah tempat aku mengadu..
Sambil menenangkan hati..sambil melayari internet.mencari kata2 motivasi...terjumpa artikel yang telah sekurang2 kurangnya membuatkan aku merasai sedikit ketenangan dan muhasabah diri..terima kasih kepada penulis..

BILA SEDIH MELANDA


"Bagi mereka berita gembira di dalam kehidupan di dunia dan (dalam kehidupan) di akhirat. Tidak ada perubahan bagi kalimat-kalimat (janji-janji) Allah. Yang demikian itu adalah kemenangan yang besar. Janganlah kamu sedih oleh perkataan mereka. Sesungguhnya kekuasaan itu seluruhnya adalah kepunyaan Allah. Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. (Surah Yunus,64-65)

Doa dan Adab Tatkala Mengalami Kesedihan yang Mendalam

Kesedihan biasanya timbul karena beberapa faktor :

1. Kurangnya iman dan tawakkal kepada Allah
2. Usaha yang tidak atau belum berhasil
3. Kehilangan sesuatu yang amat dicintainya
4. Cita-cita yang tidak kesampaian
5. Banyaknya hutang yang sulit dibayar
6. Banyaknya tanggungan keluarga yang amat membebani dirinya
7. Terbelenggu orang lain
8. Ketinggalan dalam beramal saleh
9. Kesempatan yang telah disia-siakan
10. Merasa jauh dari Allah, dll.

Bagi orang beriman yang tawakkal, kesedihan tidak boleh berkelanjutan. Karana orang beriman yakin bahwa segala apa yang dimiliki manusia pada hakikatnya hanya titipan sementara dari Allah, yang suatu saat pasti akan dicabut kembali. Ketika kita mengalami kesedihan yang mendalam dan berkepanjangan, Nabi SAW menganjurkan untuk membaca doa-doa di bawah ini :

Jika kita merasa susah dan sedih, Nabi menganjurkan membaca doa:


لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ الْعَظِيمُ الْحَلِيمُ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ رَبُّ السَّمَاوَاتِ وَرَبُّ الْأَرْضِ وَرَبُّ الْعَرْشِ الْكَرِيمِ

"Tiada tuhan melinkan Allah Yang Maha Besar lagi Maha penyantun. Tiada tuhan melainkan Allah Pengatur 'Arsy Besar. Tiada tuhan melainkan Allah Pengatur langit, Pengatur bumi dan Pengatur 'Arasy mulia."
(H.R. Bukhari-Muslim)


Jika kita sedang menghadapi urusan penting, Nabi menganjurkan untuk membaca


يا حي يا قيـوم برحمتك أستغيث

"Ya Allah yang Maha Hidup, Ya Allah yang Maha Mengatur. Kumohon pertolongan dengan rahmat-Mu" (H.R. Tirmidzi)


لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَ

"Tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Engkau. Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk orang-orang yang zalim."(Q.S.Al-Anbiya : 87)


اللهم إني عبدك ابن عبدك ابن أمتك ناصيتي بيدك ماض في حكمك عدل في قضاؤك أسألك بكل اسم هو لك سميت به نفسك , أو أنزلته في كتابك, أو علمته أحدا من حلقك, أو استأثرت به في علم الغيب عندك أن تجعل القرأن ربيع قلبي ونور صدري وجلاء حزني وذهب همي

"Ya Allah, aku ini adalah hamba-Mu, putera dari hamba-Mu, selanjutnya putera dari umat-Mu. Ubun-ubunku berada dalam genggaman-Mu, menerima segala putusan-Mu, dan memandang adil apa juga hukum-Mu. Aku mohon denganasma apa juga yang Engkau sebutkan terhadap diri-Mu, atau Engkau turunkan pada kitab-Mu, atau pernah Engkau ajarkan kepada salah seorang di antara makhluk-Mu, atau Engkau simpan dalam perbendaharaan ghaib dari ilmu-Mu, agar Al-quran itu Engkau jadikan kembang hatiku, cahaya dadaku, pelenyap duka dan penghilang susahku."
(H.R. Ahmad dan Ibnu Hibban)

Adab Agar terhindar dari Kesedihan
1.Meluruskan kembali keyakinan bahwa Allah-lah pengatur segala ciptaan-Nya 
2. Kita yakini bahwa Allah pasti memberikan yang terbaik bagi hamba-Nya
3. Kita yakini bahwa segala ujian pasti untuk meningkatkan keimanan, menghapus 
dosa, meninggikan derajat, dan mendekatkan hamba-Nya ke sisi- Nya.
4. Kita yakini bahwa setiap orang sudah diqadar rezkinya, ada yang diluaskan dan 
ada yang disempitkan
5. Keluasan dan kesempitan rezki di dunia bukan ukuran kemuliaan seseorang di 
hadapan Allah
6. Setiap jatah rezki seseorang pasti akan diberikan oleh Allah sebelum orang itu 
dicabut nyawanya, oleh karena itu tidak boleh berikhtiar dengan terlalu 
memaksakan diri dan usaha yang tidak halal.

Sabda Nabi SAW :

إن روح القدوس نفث في روعي أنه لن تموت نفس حتى تستكمل رزقها و أجلها فاتقوا الله و أجملوا فى الطلب

"Sesungguhnya malaikat Jibril berbisik dalam hatiku, bahwa seseorang tidak akan mati sehingga ia menyelesaikan (jatah) rezki dan ajalnya. Karena itu bertakwalah kepada Allah dan baik-baiklah dalam berusaha mencarinya."
(H.R. Ibnu Hibban) 

7. Bagi orang beriman, ketenteraman hati hanya ada pada dzikir kepada Allah. 
Maka tiada yang dicari selain mendekatkan diri kepada Allah
8. Bagi orang beriman, menderita dalam ketaatan adalah sebuah kenikmatan 
hidup.
9. Mendirikan solat malam, solat hajat dan solat sunnat
10.Membaca doa-doa di atas setiap saat, terutama ba'da solat fardhu, solat tahajjud dan 
solat hajat, sebagaimana janji Allah melalui Rasul-Nya, Allah akan menghilangkan 
kesedihan dan menyelesaikan segala urusan.
11.Jika kesedihan itu karena hutang-hutang yang susah terbayarkan, maka Nabi 
mengajarkan doa berikut: 


"Ya Allah, cukupilah kebutuhanku dengan yang halal dengan menghindarkan yang haram, dan jadikanlah daku berkecukupan demi kemurahan-Mu daripada selain-Mu" (H.R. Tirmidzy)


اللهم إني أعوذبك من الهم والحزن, و أعوذبك من العجز والكسل, وأعوذبك من الجبن والبخل وأعوذبك من غلبة الدين وقهر الرجال

"Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari rasa susah dan duka, dan aku berlindung kepada-Mu dari sifat lemah dan malas, dan aku berlindung kepada-Mu dari sifat pengecut dan kikir, serta aku berlindung kepada-Mu dari hutang yang tak terbayar dan dari belenggu orang lain." (H.R. Abu Umamah dan Abu Sa'id)


Sebenarnya, apabila kita bersedih, masih ad penyelesaiannya. Tatkala hati resah gelisah, penawarnya masih ad. Cuma, kadang-kadang kita terlupa bahawa, Allah sentiasa bersama kita. Apabila kita merasa sedih atau kecewa, kita boleh mengadu pada Allah. Allah Maha Mengetahui ap yg kita fikirkan dan ap yang kita perlukan.

Namun, kadang-kadang kita tidak dapat ap yang kita idam-idamkan. Kenapa? Allah s.w.t menjawab di dalam Al-Quran:

"Boleh jadi kamu benci kepada sesuatu padahal ia baik bagi kamu, dan boleh jadi kamu suka kepada sesuatu padahal ia buruk bagi kamu, dan( ingatlah), Allah jualah yang mengetahui(semuanya itu,) sedang kamu tidak mengetahuinya." (Surah Al-Baqarah, 216)

Kita mungkin tidak dapat melihatnya dalam waktu terdkat namun, kita akan nampak hasilnya suati hari nanti.

Kadang-kadang kita terfikir bahawa mengapa kita diuji?

"Patutkah manusia menyangka bahawa mereka akan dibiarkan dengan hanya berkata: "Kami beriman", sedang mereka tidak diuji (dengan sesuatu cubaan)? Dan demi sesungguhnya! Kami telah menguji orang-orang yang terdahulu daripada mereka, maka (dengan ujian yang demikian), nyata apa yang diketahui Allah tentang orang-orang yang sebenar-benarnya beriman, dan nyata pula apa yang diketahuiNya tentang orang-orang yang berdusta. (Surah Al-Ankabut, 2-3)

Allah tidak akn menguji kita tanpa sebab. Allah mahu lihat sejauh mana keimanan 
kita. Adakh kita akn terus dlm mghadapi pelbagai cubaan atau kita akan tersungkur di pertengahan jalan. Keputusan terletak di tangn kita. Kita tidak seharusnya berputus asa kerana sesungguhnya Allah berfirman:

"Allah tidak membebani seseorang itu melainkan sesuai dengan kesanggupannya." (Surah Al-Baqarah ayat 286)

Mungkin kita merasa ujian itu berat tapi, sedarkah kita bahawa ap yang kita hadapi ini, tidak seberat yang dihadapi oleh kekasih Allah, Nabi Muhammad s.a.w. Kita perlu mengikuti Rasulullah kerana Nabi Muhammad itu adlh ikutan terbaik.

Sering kali kita mendengar kita sendiri atau mungkin orang lain mengatakan 

"Arh!! Frustnyer ak.."

"Tekan weh hidup"

"Nok gile rasa.."

namun dalam sedar tidak sedar, Allah telah memberi semangat pada kita untuk terus berjuang.

"Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah pula kamu bersedih hati, padahal kamulah orang2 yg paling tinggi darjatnya, jika kamu orang2 yang beriman." (Surah Al-Imran ayat 139)

Memang tidak di nafikan bahawa kita sering kali ditimpa masalah. Dan memang ad cara untuk kita menghadapinya.

Allah berfirman:

"Wahai orang-orang yang beriman! Bersabarlah kamu (menghadapi segala kesukaran dalam mengerjakan perkara-perkara yang berkebajikan), dan kuatkanlah kesabaran kamu lebih daripada kesabaran musuh, di medan perjuangan), dan bersedialah (dengan kekuatan pertahanan di daerah-daerah sempadan) serta bertaqwalah (be fearfull of Allah The Almighty) kamu kepada Allah supaya, kamu berjaya (mencapai kemenangan)."

"Dan mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan jalan sabar dan mengerjakan sembahyang; dan sesungguhnya sembahyang itu amatlah berat kecuali kepada orang-orang yang khusyuk" (Surah Al-Baqarah ayat 45)

Seharusnya, kita perlu belajar daripada ap yg telah kita lalui. Kita tidak perlu merasa kecewa, sedih, gelisah dan seribu satu macam perasaan lagi kerana kita adalah orang-orang yang memiliki sumber kekuatan yang kuat.

Firman Allah s.w.t di dalam Al-Quran:

"Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang2 mu'min, diri, harta mereka dengan
memberikan syurga untuk mereka…?" (Surah At-Taubah ayat 111)


Sebagai hambaNya yang hina, kita patut kembali kepadaNya. Apabila kita melakukan kesalahn, kita perlu kembali pada Allah. Kita perlu mencari Allah kerana kita amat memerlukan Allah dalam hidup kita.

"Cukuplah Allah bagiku, tidak ada Tuhan selain dari-Nya. Hanya kepada-Nya aku bertawakkal."
(Surah At-Taubah ayat 129)


Dan jangan sekali-kali kita mengatakan bahawa kita tidak tahan dengan ujian Allah. Memang kita akan merasai perasaan yang hadir dalam diri kita itu tapi, tiada yang tak dapat kita terus mengalah. Sesungguhnya Allah s.w.t berfirman lagi:

"…dan janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada yang berputus asa dari rahmat Allah melainkan kaum yang kafir." (Surah Yusuf ayat 12)

Jadi, kita perlu kuat menghadapi ujian hidup. Sebagai makhluk Allah, makhluk ciptaan Yang Maha Esa, kita tidak perlu merasa bimbang. Allah sentiasa menyayangi hamba-hambaNya yang beriman. Kita hanya perlu teruskan perjuangan tanpa menghirau dugaan-dugaan yang melanda. Kita akan jadi manusia yang tabah dan sabar. Kita akan dapat menghadapinya dengan baik jika kita mahu.

Sunday, 6 January 2013

Plez..forgive me...!!!

Assalamualaikum pembaca yang dikasihi Allah..pernahkan anda terasa amat sukar memaafkan orang?pastinya ada kaaan...adakah anda tahu apakah kelebihan orang yang suka meminta maaf dan memaafkan orang?cuba kita sama2 hayati sejenak..
maafkan saya!

Pemaaf Rasulullah s.a.w Aisyah pernah menyatakan:

 “Rasulullah s.a.w. tidak pernah memukul sesiapa pun, tidak juga kepada isteri dan pembantu Baginda, kecuali dalam berperang di jalan Allah. Dan dia tidak pernah membalas sedikitpun kepada seseorang yang menyakiti hatinya, kecuali dalam hal larangan Allah (riwayat Muslim).
  Anas bin Malik menceritakan: 
"Ketika saya sedang berjalan bersama Rasulullah s.a.w dan pada waktu itu Baginda sedang mengenakan selimut tebal dari Najran."

 
Seorang Arab Badwi mengetahui hal itu lalu menariknya dengan kasar sambil berkata, Hai Muhammad, serahkan padaku harta Allah yang kamu miliki. Maka Rasulullah pun tersenyum dan Baginda pun memakbulkan permintaan orang itu (riwayat Muttafaq Alaih).


Sifat pemaaf juga suatu tarbiah kepada seseorang yang terlanjur melakukan kesilapan dan kesalahan sehingga boleh membuatkan pelaku merasa malu, seterusnya mula menyedari akan kesilapan tindak-tanduknya itu.

Marilah kita sama-sama bermuha­sabah dalam menangani konsep bermaafan ini. Walaupun kalimah maaf sukar untuk dilafazkan, tapi berusahalah untuk menjadi pemaaf. Beruntunglah orang yang memiliki sifat pemaaf kerana dalam sifat pemaaf itulah terkandung kemuliaan, keberanian dan kekuatan.


Sifat Pemaaf Bersih Hati,Tenangkan Jiwa

KETIKA manusia diciptakan, Allah mencipta juga pelbagai bentuk emosi dan keinginan dalam diri manusia yang berbentuk positif dan negatif yang saling mempengaruhi antara satu sama lain. Antara sifat positif yang terdapat dalam diri manusia ialah pemaaf, yakni lawan kepada sifat pemarah dan pendendam.

Pemaaf adalah sifat luhur yang perlu ada pada diri setiap muslim. Ada beberapa ayat al-Quran dan hadis yang menekankan keutamaan bersifat itu yang juga disebut sebagai sifat orang yang hampir di sisi Allah.


Allah berfirman bermaksud: “Dan orang yang menahan amarahnya dan memaafkan orang lain, Allah menyintai orang yang berbuat kebajikan.” (Surah Ali Imran, ayat 132).
Namun, diakui bukan mudah untuk menjadi seorang pemaaf. Sikap negatif yang menjadi lawannya iaitu pemarah sentiasa berusaha menidakkan wujudnya sifat pemaaf dalam seseorang. Pertembungan dua unsur ini mewujudkan satu mekanisme yang saling ingin menguasai diri seseorang.

Iman dan takwa menjadi pengemudi melahirkan sifat pemaaf, manakala syaitan pula mengambil tempat mendidik sifat pemarah. Hakikatnya, syaitan sentiasa menggunakan kelemahan manusia untuk digoda dari pelbagai penjuru agar timbul sifat haiwaniah dalam diri manusia.

Memang tepat sifat pemaaf itu bukanlah satu perbuatan mudah dilakukan. Firman Allah yang bermaksud: “Tetapi, sesiapa yang sabar dan suka memaafkan, sesungguhnya termasuk pekerjaan yang berat ditanggung.”(Surah asy-Syura, ayat 43).

Sifat pemaaf memang sukar dilakukan memandangkan manusia sentiasa dikuasai fikiran logik untuk bertindak atas sesuatu perkara sehingga membunuh nilai moral sebenar.

Contohnya, bayangkan apakah tindakan spontan kita jika ditipu, dihina, dikhianati, dikecewakan dan perkara lain yang tidak disenangi. Sudah tentu perasaan marah akan menguasai diri dan diikuti pula dengan tindakan berbentuk lisan dan fizikal.

Kadangkala, perasaan marah juga disebabkan persaingan untuk mendapatkan sesuatu. Dalam keadaan itu, pesaing dianggap sebagai musuh yang perlu diatasi dengan apa cara sekalipun. Punca ini boleh merebak kepada fitnah, ugutan dan tindakan fizikal secara kekerasan.

Emosi manusia mudah terpengaruh ke arah melakukan tindakan yang pada pandangan logik adalah tindakan yang sepatutnya. Apatah lagi jika hasutan syaitan berjaya menguasai diri.

Di sinilah pentingnya kita memupuk sifat pemaaf dalam diri. Sesuatu yang logik tidak semestinya betul. Sebaliknya, ajaran agama adalah petunjuk kepada kebenaran yang mesti diamalkan untuk mendapat kebaikan di dunia dan akhirat.

Tindakan marah melampau dan diikuti pula dengan tindakan fizikal bukanlah jalan menyelesai masalah atau untuk menunjukkan siapa yang benar. Ketika itu jika diteruskan niat melakukan tindak balas atas kemarahan itu, mungkin ada tindakan yang mendatangkan keburukan sehingga melakukan pembunuhan.

Sesiapa berupaya menahan kemarahan, bererti dalam dirinya memiliki kemuliaan, keberanian, keikhlasan dan kekuatan yang sebenar. Sebaliknya, orang yang tidak mampu menahan marah adalah golongan yang lemah.


Nabi Muhammad bersabda: “Bukanlah orang yang kuat itu (dinilai) dengan (kekuatan) dalam pergelutan, sesungguhnya orang yang kuat ialah orang yang dapat menguasai dirinya ketika marah.” (Hadis riwayat Bukhari).
Pentingnya sifat menahan marah mendorong Nabi Muhammad apabila diminta oleh seorang lelaki agar berpesan atau mengajarnya mengenai sesuatu perkara, menjawab ringkas iaitu ‘jangan marah’.

Lelaki itu seperti tidak berpuas hati dengan jawapan itu. Dia mungkin merasakan apalah besar sangat kebaikan menahan marah. Lalu dia bertanya kali kedua mengharapkan agar Rasulullah memberitahu amalan lain yang lebih besar pahalanya. Tetapi Rasulullah tetap mengulangi perkataan ‘jangan marah’.

Untuk mendidik sifat baik dalam diri perlulah menghampiri diri dengan memperbanyakkan melakukan ibadat wajib dan sunat. Dengan kekuatan takwa dan iman secara langsung akan menjauhkan perkara yang ditegah, termasuk sifat pemarah.

Sifat pemaaf lahir dari jiwa dan hati yang tenang hasil daripada tarbiyah yang berterusan. Sebab itu, selalu memupuk sifat pemaaf. Bermulalah dengan perkara yang kecil dan mudah hilang sifat marah.

Jika ada sesuatu yang menimbulkan perasaan marah, berfikirlah sejenak untuk terlebih dahulu menilai atau muhasabah diri sendiri terlebih dahulu. Renungkan dalam hati sendiri adakah perkara itu juga berpunca dari kita sendiri? Adakah sebelum ini kita mengambil langkah yang wajar untuk mengelak perkara itu daripada berlaku?

Jika kita mampu berfikir sedemikian, cahaya kebenaran mudah memasuki ruang hati dan memberi petunjuk apakah tindakan yang wajar dilakukan seterusnya. Pada ketika itu syaitan tidak berpeluang untuk menyemarakkan perasaan marah, yang lahir adalah keinsafan dan sifat memaafkan.

Sifat pemaaf memberi manfaat yang besar kepada diri sendiri terutama dari segi rohani. Orang yang bersifat pemaaf selalu dalam keadaan tenang, hati bersih, berfikiran terbuka, mudah diajak berunding dan sentiasa menilai diri sendiri untuk melakukan kebaikan.

Bagi orang yang bersifat pemaaf, padanya tiada seorang pun dalam hatinya tersimpan perasaan marah. Sebab itu, hati orang bersifat pemaaf tidak mudah terbakar dengan provokasi yang menekan dirinya.

Banyak masalah berkaitan hubungan sesama manusia berpunca sifat marah dan membalas dendam. Biarpun perselisihan kecil, perkara itu tidak dapat diselesaikan disebabkan perasaan dendam masih bertapak di hati.

Sikap berdendam hanya merugikan kedua-dua pihak. Paling tertekan ialah pihak yang lebih banyak berdendam. Hatinya tidak tenteram dan sentiasa ada perasaan buruk sangka. Kadangkala, yang berdendam hanya sebelah pihak. Sedangkan, sebelah pihak lagi menganggap persengketaan sebelum ini selesai.

Jika sifat memaafkan diamalkan, insya Allah, kita juga tidak akan menanggung kemarahan daripada orang lain. Sesungguhnya Allah terlebih awal memberi keampunan dengan rahmat-Nya.

Sunday, 30 December 2012

Keyakinan Diri

Assalamualaikum..buat pelajar,sahabat,guru2..semoga kita peroleh semangat baru,diary hidup baru dengan 1misi dan visi kita.Paling penting! redho Allah yang menjadi objektif utama kita setiap apa yang kita kerjakan..insyaAllah,pasti masalah dapat diselesaikan dengan bantuan Allah SWT,insyaAllah.






Janjilah kepada diri sendiri bahawa tanpa mengira betapa susah sesuatu masalah yang anda hadapi dalam kehidupan anda, anda akan mencuba dengan sedaya upaya anda untuk membantu diri sendiri.
Anda mengakui bahawa usaha anda untuk membantu diri sendiri itu mungkin tidak berbuah kerana pemberian ganjaran yang wajar adalah di luar kawalan anda.
Keyakinan ialah kepercayaan yang tidak berbelah bagi.
Keyakinan diri pula ialah kepercayaan bahawa dirinya boleh mengendalikan kehidupannya dengan baik serta segala cabaran yang dihadapi dengan jayanya
Kongsikan kepada kami produk anda, lokasi perniagaan, dan kehebatan tentang produk anda! Mari daftar di http://direktori.iluvislam.com sekarang! Promosi RM5 selama sebulan!
Mari kita hayati 10 Tips Mewujudkan keyakinan diri;
01.Anggapkan diri anda yang diciptakan oleh Allah adalah sama seperti orang lain, tiada yang kurang dan tiada juga yang lebihnya.
02.Orang lain boleh buat, kenapa anda tidak boleh buat? Pedulikan apa orang nak kata tapi yang penting pelajari apa orang lain buat terlebih dahulu sebelum kita buat.
03.Apa kekurangan/kelemahan yang ada pada diri anda dan baikinya. Jangan biarkan ia terus berkekalan tanpa ada sebarang usaha dari anda.
04.Jangan takut-takut atau teragak-agak untuk melakukan sesuatu yang positif. Berani!
05.Elakkan perasaan malu yang tidak bertempat. Ketepikan! Tonjolkan diri anda.
06.Lakukan riadah yang ringan sebelum melakukan sesuatu pekerjaan, ianya sebagai warm up dan dapat mengaktifkan diri seseorang.
07.Kemas diri dan anggapkan diri anda adalah terbaik pada hari itu. Ya saya boleh!
08.Apabila berinteraksi pandang tepat pada muka dan mata orang yang kita sedang berinteraksi dan gunakan sedikit pergerakan tangan untuk menerangkan sesuatu. Jangan terlalu kaku.
09.Apabila memulakan sesuatu tugas jangan memikirkan tentang masalah, tetapi fikirkan tentang hasilan yang akan dapat selepas tugas tersebut.
10.Sentiasa peka terhadap waktu, jangan berlengah-lengah atau bertangguh dalam melaksanakan sesuatu tugas. Masa itu emas! Setiap waktu berharga.



http://www.iluvislam.com/inspirasi/motivasi/986-10-tips-mewujudkan-keyakinan-diri.html

Saturday, 18 July 2009

<<0RANG-0rang YANG DIDOAKAN MALAIKAT>>

1. Orang yang tidur dalam keadaan bersuci.


Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa yang tidur dalam keadaan suci, maka malaikat akan bersamanya. Dia tidak akan bangun hingga malaikat berdoa ‘Ya Allah, ampunilah hambamu si fulan karena tidur dalam keadaan suci”
(Imam Ibnu Hibban meriwayatkan dari Abdullah bin Umar ra., hadits ini disahihkan oleh Syeikh Al Albani dalam Shahih At Targhib wat Tarhib I/37)




2. Orang yang sedang duduk menunggu waktu solat.


Rasulullah SAW bersabda, “Tidaklah salah seorang diantara kalian yang duduk menunggu solat, selama ia berada dalam keadaan suci, kecuali para malaikat akan mendoakannya ‘Ya Allah, ampunilah ia. Ya Allah sayangilah ia’”
(Imam Muslim meriwayatkan dari Abu Hurairah ra., Sahih Muslim no. 469)




3. Orang yang berada di saf barisan depan di dalam solat berjemaah.


Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya berselawat kepada (orang – orang) yang berada pada saf saf terdepan”
(Imam Abu Dawud (dan Ibnu Khuzaimah) dari Barra’ bin ‘Azib ra., hadits ini disahihkan oleh Syeikh Al Albani dalam Sahih Sunan Abi Dawud I/130)




4. Orang yang menyambung saf pada solat berjemaah (tidak membiarkan sebuah
kekosongan di dalam saf).



Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya Allah dan para malaikat selalu berselawat kepada orang – orang yang menyambung saf – saf”
(Para Imam yaitu Ahmad, Ibnu Majah, Ibnu Khuzaimah, Ibnu Hibban dan Al Hakim meriwayatkan dari Aisyah ra., hadits ini disahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih At Targhib wat Tarhib I/272)




5. Para malaikat mengucapkan ‘Amin’ ketika seorang Imam selesai membaca Al Fatihah.



Rasulullah SAW bersabda, “Jika seorang Imam membaca ‘ghairil maghdhuubi ‘alaihim waladh dhaalinn’, maka ucapkanlah oleh kalian ‘aamiin’, kerana barangsiapa ucapannya itu bertepatan dengan ucapan malaikat, maka ia akan diampuni dosanya yang masa lalu”.(Imam Bukhari meriwayatkan dari Abu Hurairah ra., Sahih Bukhari no. 782)



6. Orang yang duduk di tempat solatnya setelah melakukan solat.



Rasulullah SAW bersabda, “Para malaikat akan selalu berselawat kepada salah satu diantara kalian selama ia ada di dalam tempat solat dimana ia melakukan solat, selama ia belum batal wudhuknya, (para malaikat) berkata, ‘Ya Allah ampunilah dan sayangilah ia” (Imam Ahmad meriwayatkan dari Abu Hurairah, Al Musnad no. 8106, Syaikh Ahmad Syakir mensahihkan hadits ini)





7. Orang yang melakukan solat subuh dan ‘asar secara berjema’ah.



Rasulullah SAW bersabda, “Para malaikat berkumpul pada saat solat subuh lalu para malaikat ( yang menyertai hamba) pada malam hari (yang sudah bertugas malam hari hingga subuh) naik (ke langit), dan malaikat pada siang hari tetap tinggal. Kemudian mereka berkumpul lagi pada waktu solat ‘asar dan malaikat yang ditugaskan pada siang hari (hingga solat ‘asar) naik (ke langit) sedangkan malaikat yang bertugas pada malam hari tetap tinggal, lalu Allah bertanya kepada mereka, ‘Bagaimana kalian meninggalkan hambaku?’, mereka menjawab, ‘Kami datang sedangkan mereka sedang melakukan solat dan kami tinggalkan mereka sedangkan mereka sedang melakukan solat, maka ampunilah mereka pada hari kiamat’” (Imam Ahmad meriwayatkan dari Abu Hurairah ra., Al Musnad no. 9140, hadits ini disahihkan oleh Syaikh Ahmad Syakir)





8. Orang yang mendoakan saudaranya tanpa pengetahuan orang yang didoakan.

Rasulullah SAW bersabda, “Doa seorang muslim untuk saudaranya yang dilakukan tanpa pengetahuan orang yang didoakannya adalah doa yang akan dikabulkan. Pada kepalanya ada seorang malaikat yang menjadi wakil baginya, setiap kali dia berdoa untuk saudaranya dengan sebuah kebaikan, maka malaikat tersebut berkata ‘aamiin dan engkaupun mendapatkan apa yang ia dapatkan’” (Diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Ummud Darda’ ra., Sahih Muslim no. 2733)




9. Orang yang berinfak.

Rasulullah SAW bersabda, “Tidak satu hari pun dimana pagi harinya seorang hamba ada padanya kecuali 2 malaikat turun kepadanya, salah satu diantara keduanya berkata, ‘Ya Allah, berikanlah ganti bagi orang yang berinfak’. (Imam Bukhari dan Imam Muslim meriwayatkan dari Abu Hurairah ra., Sahih Bukhari no. 1442 dan Sahih Muslim no. 1010)




10. Orang yang sedang makan sahur.

Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya berselawat kepada orang – orang yang sedang makan sahur”
(Imam Ibnu Hibban dan Imam Ath Thabrani, meriwayatkan dari Abdullah bin Umar ra., hadits ini disahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Sahih At Targhiib wat Tarhiib I/519)



11. Seseorang yang sedang mengajarkan kebaikan kepada orang lain.

Rasulullah SAW bersabda, “Keutamaan seorang alim atas seorang ahli ibadah bagaikan keutamaanku atas seorang yang paling rendah diantara kalian. Sesungguhnya penghuni langit dan bumi, bahkan semut yang di dalam lubangnya dan bahkan ikan, semuanya berselawat kepada orang yang mengajarkan kebaikan kepada orang lain”
(Diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi dari Abu Umamah Al Bahily ra., dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Kitab Shahih At Tirmidzi II/343) Sumber Tulisan Oleh : Syeikh Dr. Fadhl Ilahi (Orang – orang yang Didoakan Malaikat, Pustaka Ibnu Katsir, Bogor, Cetakan Pertama, Februari 2005

Sunday, 12 July 2009

rahsia anugerah bernama UJIAN

Assalamualaikum w.b.t..

Alhamdulillah,walhamdulillah...dan sentiasa bersyukur kerana masih dberi nkmat untuk melihat,menaip dan mneruskan berjuang sebagai seorag da'ie..insyaAllah..


apa yang nak share kali ni adalah tentang diri anda,kamu,saya,aku..antum,antunna semua..tentang ape??pasti anda mengalaminya kan?jika tak,got something wrong tuh..U.J.I.A.N..ye,itulah yang dinamakan mehnah..setiap manusia ada ujian dan dugaan mereka yang hanya Allah tahu kemampuan hambaNya..


1) UJIAN SEBAGAI PRASYARAT KEIMANAN


"Alif Lam Miiim.Apakah manusia itu mengira bahawa mereka dibiarkan(saja)mengatakan: Kami telah beriman," sedang mereka belum diuji?
{al-ankabut:1-2}


Al-imam Asy syaukani mentafsirkan ayat ini menyebutkan: "setiap manusia pasti akan diuji sehingga terang nyata perbezaan diantara orang2 yang ikhlas dengan orang2 yang munafiq,antara orang2 yang benar dan berdusta.."(fathul Qadeer)

Orang2 yang ikhlas dan benar2 beriman pastilah akan bersabardengan ujian itu,dan menerimanya dengan hati yang tenang..lalu,terbuktilah keimanan mereka..Namun,bagi golongan munafiq ujian adalah satu bebanan yang menyusahkanyang boleh menyebabkan mereka menyumpah2 dalam hati..Koreksilah diri kita,,dimana kita..


2) UJIAN SEBAGAI JALAN JIHAD,SUMBER PAHALA&TARBIYYAH KESABARAN


" Dan sungguh akan Kami berikan ujian kepadamu dengan sedikit ketakutan,kelaparan,kekurangan harta,jiwa dan buah-buahan..Dan sampaikanlah berita gembira kepada orang2 yang sabar..iaitu orang2 yang apabila ditimpa musibah,mereka mengucapkan "inna lillaahi wa innailaihi raji'un{al-baqarah:155-156}

Disini kita dapat simpulkan beberapa intipati dalam ayat ini..iaitu:

*Ujian sebagai tarbiyyah agar manusia bersabar
*Merupakan sumber pahala bagi orang2 yang sabar
*Ujian sebagai satu peluang jihad yang dikurniakan Allah..


3) UJIAN SEBAGAI PERINGATAN AGAR MANUSIA KEMBALI PADA ALLAH


"....dan kami uji mereka dengan(nikmat)yang baik2 dan (bencana)yang buruk2 ,agar mereka kembali (kepada kebenaran)
{al-A'raaf :168}



Ujian Allah jika kita lihat bukan sekadar kesusahan,akan tetapi juga nikmat dan ketenangan.apakah manusia itu bersyukur dengan nikmat itu atau tidak??Ayat ini juga menggambarkan betapa Maha Pengasihnya Allah..manusia kadang2 lupa,leka..tetapi,Allah masih sayang pada hambaNya dengan cara uijan agar manusia kembali pada firah asalnya..setiap manusia fitrah dilahirkan baik..jadi,apabila terpesong sedarlah hidayah dariNya datang pelbagai bentuk..genggamlah ia sebelum ia terlepas dan tidak akan kembali lagi..bertaubatlah,kerana sudah pasti tidak akan tertanggung azab diakhirat kelak..sedangkan ujian yang sedikit pun terasa susah..apatah lagi di akhirat nanti..


4) UJIAN SEBAGAI PENGHAPUS DOSA



Sabda Rasulullah s.a.w :"Setiap mukmin itu apabila tercucuk padanya satu duri sekalipun,akan dikurangkan dosanya pada hai kiamat(Riwayat Ahmad)

Rasulullah s.a.w menggunakan syibbih duri,menunjukkan bahawa sekecil mana pun kesakitan akibat ujian yang dialami oleh seorang mukmin,akan menjadi penghapus dosabaginya diakhirat kelak..

Alangkah bahagianya seorang mukmin,apabila diuji terus dia ingatkan dosanya yang akan terhapus diakhirat nanti,lalu tenanglah dia,sakitnya tidak akan terasa!!!

Jadi sedarlah wahai manusia,Ujian yang ALLAH turunkan buat manusia itu merupakan sesuatu yang positif..Justeru,setiap kali diuji seharusnya kita ingat bahawa Allah itu Maha Sempurna lagi Maha Mengetahui..dan tidak menzalimi hambaNYa..

"dan tiadalah Allah berkehendak untuk menganaiya hamba-hambaNya"
{aal-Imran:108}


"SEsungguhnya Allah tidak berbuat zalim kepada manusia sedikitpun,akan tetapi manusia itulah yang berbuat zalim kepada diri mereka sendiri."
{yunus:44}

Tangan yang menaip lebih dekat dengan tuan punya badan..saya mengingatkan diri saya, juga kawan2,sahabat2,antum,antunna sekalian,agar kita thabit pada jalanNya..setiap yang berlaku pasti ada hikmahnya..cuma kita saja samada sedar @tidak..

segala yang baik dari Allah yang buruk dari Allah disandarkan pada saya.maaf andai tekasar bahasa..hiduplah untuk ISLAM....

Saturday, 28 March 2009

LoRonG iTU..


Assalamualaikum..

Sahabat2, marilah kita mengkaji balik diri kita dimanakah kita skrng ni..terngiang2 di telinga nyayian in-team"jalan yang sempit yang membawa kpda kehidupan..jalan yang luas yang membawa kepada kehancuran.."ha!!apa lagi?ayuh kawan2 kita plih yang mana satu plihan kita?jalan yang sempit,pnuh dengan tohmahan,ujian,siksaan dan pelbagai lagi keperitan..tetapi!diakhir pejalanan akan menjanjikan seribu satu kemanisan yang tidak dapat digambarkan tak tecapai akal bak kata si elyana..


lorong itukah???

Tetapi lihatlah umpama mendaki gunung di petra,bersusah payah pnjat gunung untuk melihat menara yang begitu cantik..dan permandangan yang indah.subhanaAllah..hakikatnya,kita dunia ni perlu merentasi pelbagai cabaran dan dugaan hanya semata-mata untuk mendapatkan syurga yang diidam2kan semua..tetapi mampukah kita??

Disini saya ketegorikan beberapa jenis golongan manusia:
1)golongan yang pada mulanya berada dijalan yang susah dan akhirnya berjaya menempuh sgla cabaran hidup hinggalah akhir hayatnya..

2)golongan yang pada mulanya senang dan sentiasa berada dijalanNya..tetapi ditengah perjalanan tersungkur dan akhirnya terus tersungkur hinggalah akhir hayatnya..

3)golongan yang pada awalnya sentiasa mengharapkan keredhaanNya dan berterusan mengharapkan keredhaanNya hinggalah dia berjaya mendapat syurga yang diidam2 kan..

Jadi kawan2,yang manakah pilihan kita semua?segala kepahitan akan dibalas olehNya dan bersabar..ingatlah kita telahpun di turunkan Al Quran sebagai lampu suluh..hanya kitalah samada bijak@tidak untuk berfikir apakah kegunaannya..sudah tertakluk juga azab dan nikmat didalamnya..segala2nya ditangan kita..Allah Maha Adil,Allah Menyayangi hambaNya dan tidak menyusahkan..kita patut bersyukur atas segala nikmatnya..

InsyaAllah,sama2lah kita berusaha untuk mencapai impian kita menjadi hamba yang sentiasa bersyukur dan diredhaiNya..moga2 kita termasuk didalam golongan yang dirahmtiNya..wassalam..

Friday, 20 March 2009

~Are U ready??~

Assalamualaikum...anyong heseiyyo!!odi keseiyyo?haa..jawap jangan tak jawap!harap2 semua shat sentiasa..malamni bukanlah nak mengajar korea lagi,cuma nak ingatkan saling mengingati..bukan ape coz tadi ziarah rumah sahabat saya seorang ni,tengok bilik dia ckup mengkagumkan..memg bermotivasi betul kembar ni..dekat dinding dah ditampal "plan 5tahun akan datang"dalam hati tertanya2 jugak nak jadi ape aku ni eh?haha..orang dah siap planning kita baru terhenggeh2 nak cari..tengah dok pikiaq,sahabt ni tanya"awk nak jadi ape?haa??sengih jela.."duduk umah je"senang je jwapan saya kan..eh,duk umah je?taknak keje ke?alamaakk.."hmm..bukk klas tuiyen je"..dari situlah baru terfikir sendiri n termalu sendiri.orang dah sampai 5thun yang aku nihh??

Bukan ape,kalau ikutkan memang dah ade perancangan cume ready ke idak?nak sambung belajar ke prgkat master 2yang agak genter(indon)..kat pun msih lagi terkontang kanting..idak pun ttiba orang2 kat kmpung suh bg ceramah pulak..macam2 dah pikiaq nih..so,kawan2 semua dari sekaranglah kita buat perancangan kita..untul mnuju kepada Allah tapi dengan wasilah yang diredhaiNya..macamne tu?haa 2la kita kene tentukan sendiri..apa yang mampu bagi kita..dan yang dikatakan mmpu tu bukanlah buat ala kadar pas2 ckap xmampu tapi kita kena berusaha sehabis baik..

Lagi 1,nak menjangkau ke 5thun sbelum2 kenalah ckupkan ilmu dulu paling koman pun tahu asas..kalau kita amik medik,kena thu jugak ilmu fiqh..bukanlah untuk 5thun tapi hingga ke mati ilmu nih..dielah penyuluh kita kelak..iaitu ilmu yang bermanfaat.dari itu,bermula dari kitalah untuk membentuk fardi islami kemudian bait muslim seterusnya mujtamak islami..jadi!adakah anda bersedia?kalau ye,baguslah dan tambahkan lagi ilmu itu dan sampaikan..mana blum bersedia,jangan risau,cube dam mulakan dari sekarang..asalkan kita berusaha..chaiyok!!takbir!jangan pulak nanti bila anak tanya,"mama,telekung kena tahi cicak bolah solat ke?"mak nya jawab ape?"oo yeke?nanti mama bukak kitab balik sbb dah lame tinggal"..haha..tak ke klakar je bunyi tuh..jadi,lepasni tanamkan azam pada diri sendiri untuk mncari ilmu sebanyak yang boleh,insyaAllah..semua boleh!ISLAM boleh!